Meyakini Jani-Janji-Nya




Ketika langit merindukan pelukannya bumi
Mengumpul uap air sampai penuh terisi
Duduk sepi menunggu angin mengunjungi
Kemudian segenap ikhlas menjatuhkan diri

Perih waktu-waktu yang lalu menghilang
Digantikan sentuhan bulir-bulir gemintang
Menjadi bukti dari bentuk kasih dan sayang
Senyum manis pun perlahan mengembang

Tidak lupa sujud syukur bersama Untuk-Nya
Atas segala doa menjelma nyata Karena-Nya
Nihil bak kerikil senantiasa berzikir Pada-Nya
Berubah jadi besar perkasa atas Ijin-Nya

Hilang sudah semua kecamuk perang
Berjalan pasti dengan pikiran tenang
Kumpulan badai kesedihan berubah senang
Gelapnya hati kini mampu bersinar terang

Tiba waktu bersua menggenapkan rindu
Sirna segenap perasaan lelah dan pilu
Melebur bersama ikatan yang syahdu
Janjiku dan janjimu pun akhirnya bersatu

Comments

  1. bisa sekeren ini yaa tulisanyaa.... kenalkan sy dr grup london mas...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku dari grup valletta. salam kenal ya. silakan keliling blog kecil ini kalo mau. terima kasih sudah berkunjung.

      Delete
  2. Aih terbaik inimah. Kata2 nya udah tingkat tinggi

    ReplyDelete
  3. Aku komen apa yaaaa, soalnya udah diborong komennya.. wkwkwk... good job aja deh.

    ReplyDelete
  4. akhir yang haru :') tp kenapa kisahku dan dia selalu tak bisa bersama

    ReplyDelete
    Replies
    1. sesungguhnya puasi ini hanya halu. aku juga pengen bersatu tapi gak tau sama siapa :')

      Delete
  5. Waah, karya puisi pertama kali nih di blog. Nice sekali

    ReplyDelete
  6. Kusuka irama puisi ini yang sama di tiap barisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sesungguhnya berusaha menyamakan iramanya itu butuh usaha keras ahaha tapi asik kok

      Delete
  7. Bulir-bulir gemintang....aku suka kalimat ini...kebayang airnya jatuh kelap-kelip... seperti biasa tulisannya memang mantul

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih kakak yang tulisannya lebih mantul ehe

      Delete

Post a Comment