Meyakini Jani-Janji-Nya
Ketika langit
merindukan pelukannya bumi
Mengumpul
uap air sampai penuh terisi
Duduk sepi
menunggu angin mengunjungi
Kemudian segenap
ikhlas menjatuhkan diri
Perih waktu-waktu
yang lalu menghilang
Digantikan
sentuhan bulir-bulir gemintang
Menjadi bukti
dari bentuk kasih dan sayang
Senyum manis
pun perlahan mengembang
Tidak lupa
sujud syukur bersama Untuk-Nya
Atas segala
doa menjelma nyata Karena-Nya
Nihil bak
kerikil senantiasa berzikir Pada-Nya
Berubah jadi
besar perkasa atas Ijin-Nya
Hilang sudah
semua kecamuk perang
Berjalan pasti
dengan pikiran tenang
Kumpulan badai
kesedihan berubah senang
Gelapnya hati
kini mampu bersinar terang
Tiba waktu
bersua menggenapkan rindu
Sirna segenap
perasaan lelah dan pilu
Melebur bersama
ikatan yang syahdu
Janjiku dan
janjimu pun akhirnya bersatu
bisa sekeren ini yaa tulisanyaa.... kenalkan sy dr grup london mas...hehe
ReplyDeleteaku dari grup valletta. salam kenal ya. silakan keliling blog kecil ini kalo mau. terima kasih sudah berkunjung.
DeletePas 5 bait ya bang...hehe
ReplyDeleteiya ini aja udah ngos-ngosan ahaha
DeleteAih terbaik inimah. Kata2 nya udah tingkat tinggi
ReplyDeletehalunya yang tingkat tinggi kali ahaha
DeleteAku komen apa yaaaa, soalnya udah diborong komennya.. wkwkwk... good job aja deh.
ReplyDeletemakasih kak ehe
DeleteSyahdunya.. :)
ReplyDelete:)
Deleteakhir yang haru :') tp kenapa kisahku dan dia selalu tak bisa bersama
ReplyDeletesesungguhnya puasi ini hanya halu. aku juga pengen bersatu tapi gak tau sama siapa :')
DeleteWah 👍👍
ReplyDeletewadaw
DeleteWaah, karya puisi pertama kali nih di blog. Nice sekali
ReplyDeletegimana puisinya? kaku ya?
DeleteKusuka irama puisi ini yang sama di tiap barisnya
ReplyDeletesesungguhnya berusaha menyamakan iramanya itu butuh usaha keras ahaha tapi asik kok
DeleteBulir-bulir gemintang....aku suka kalimat ini...kebayang airnya jatuh kelap-kelip... seperti biasa tulisannya memang mantul
ReplyDeleteterima kasih kakak yang tulisannya lebih mantul ehe
DeleteNice
ReplyDeletethanks
Delete